Penis Kecil
Diposting oleh Anton Darsono Wongso di 11.38.00 Label: Erectile Dysfunction, Hypogonadotropic Hypogonadism, Male AgingSiklus Hidup Pria
Diposting oleh Anton Darsono Wongso di 23.38.00 Label: Erectile Dysfunction, Male Aging
Vacum Constraction Device (Pompa)
Diposting oleh Anton Darsono Wongso di 00.38.00 Label: Erectile DysfunctionVacum Constraction Device (pompa) adalah alat yang digunakan untuk memberikan tekanan negatif di dalam tabung sehingga seorang pria dengan disfungsi ereksi bisa mendapatkan dan mempertahankan ereksi. VCD terdiri dari sebuah silinder akrilik dengan pompa yang dapat terpasang langsung ke ujung penis. Sebuah cincin penyempitan atau band ditempatkan pada silinder di ujung yang lain. Tabung dan pompa digunakan untuk membuat tekanan negatif untuk membantu penis menjadi ereksi. Cincin / band digunakan untuk membantu mempertahankan ereksi.

Gangguan Ereksi dengan Hypogonadisme
Diposting oleh Anton Darsono Wongso di 16.38.00 Label: Erectile Dysfunction, Hypogonadotropic HypogonadismUsahakan penyakit yang menyertai dalam keadaan terkontrol baik / dikoreksi, kalau ada hipogonadisme lakukan terapi sulih dengan testosteron (oral, gel, injeksi) maupun dengan obat herbal Tribulus terrestris yang mengandung protodioscin di atas 45 % apalagi bila bersama-sama menggunakan PDE5-inhibitor, oleh karena produksi nitric oxide neural bersifat androgen dependen diharapkan penggunaan PDE5-inhibitor akan lebih efektif.
Gangguan Ereksi pada Hiperglikemia
Diposting oleh Anton Darsono Wongso di 12.38.00 Label: Erectile DysfunctionHiperglikemia, yaitu kadar gula darah yang tinggi sehingga secara langsung berefek pada sel otot polos korpus kavernosum dengan terjadinya kontraksi dari rasangan noradrenalin dan juga penurunan kadar “nitric oxide” yang merupakan mediator kimia terpenting yang berfungsi sebagai relaksasi jaringan kavernosum penis.
Pada kasus diabetes yang tidak terkendali adanya hiperglikemi yang lama akan memicu reaksi non-enzimatik yang menghasilkan produk yang merupakan mediator inflamasi dan ini banyak menumpuk pada jaringan kolagen tunika dan korpus kavernosum. Hal ini akan mengakibatkan hambatan produksi nitric oxide yang berfungsi meningkatkan cyclic GMP jaringan, faktor yang berperan untuk terjadinya relaksasi jaringan kavernosum penis. Selain nitric oxide, “Advanced Glycosileted Ends Product” (AGEs) juga merangsang produksi endotelin I meningkat yang berakibat terjadinya vasokontriksi, radikal bebas, amiloid, bahan peradangan lain (inflamatory respon agent) yang merusak endotel, DNA, mitokondria otak, sehingga mengganggu fungsi neurotransmitter.
Pilihan Pengobatan Disfungsi Ereksi
Diposting oleh Anton Darsono Wongso di 08.38.00 Label: Erectile DysfunctionPilihan pengobatan untuk disfungsi ereksi yang tersedia :
Pilihan I :
- Konseling
- Terapi oral
- Vacum constraction device (pompa)
Pilihan II :
- Injeksi intra kavernosum (ICI)
- Pelet intra urethra (MUSE)
Pilihan III :
- Prothesa (penile implants)
Semenjak diterima dan dipasarkan sildenafil citrate (Viagra, Emposil) penatalaksanaan disfungsi ereksi mengalami perubahan drastis. Efikasi sildenafil citrate telah merubah injeksi intra kavernosum dan prothesa menjadi pilihan terapi kedua dan ketiga.
Jangan lupa setiap pengobatan selalu ada follow-up untuk mengevaluasi hasil pengobatan, menentukan dosis yang tepat, efek samping yang mungkin timbul, dan bagaimana komunikasi anda dengan pasangan.
Injeksi Intra Kavernosum
Diposting oleh Anton Darsono Wongso di 23.16.00 Label: Erectile DysfunctionInjeksi Intra Kavernosum adalah pengobatan lini kedua, berupa injeksi obat-obatan vasoaktif secara intra kavernosum. Jenis obat yang diberikan adalah bisa tunggal maupun campuran papaverin, phentolamin maupun prostaglandin E1. Pemberian injeksi ini dapat menimbulkan penyulit berupa fibrosis pada bekas suntikan, nyeri ditempat injeksi dan ereksi berkepanjangan sampai menimbulkan priapismus.
Membawa Kembali Masa Muda !
Diposting oleh Anton Darsono Wongso di 21.38.00 Label: Erectile Dysfunction, Hypogonadotropic Hypogonadism, Male Aging
Terapi Testosteron dan GH dapat membantu mengurangi gejala andropause, dan mengembalikan hormon ke tingkat yang optimal bagi tubuh anda pada kinerja puncak baik fisik, emosional dan seksual. Manfaat dari terapi sulih hormon Testosteron dan GH untuk pengobatan andropause adalah luas, dan mencakup:
• Meningkatkan energi.
• Meningkatkan gairah seks.
• Peningkatan kekuatan otot dan tulang.
• Menstabilisasi suasana hati.
Sebelum menjalani pengobatan, perlu pemeriksaan fisik secara menyeluruh dan evaluasi menyeluruh terhadap riwayat medis anda (termasuk kondisi medis yang sedang berlangsung, obat saat ini), kerja darah dan komposisi tubuh (persentase tubuh, air lemak dan massa otot). Setelah analisis yang cermat dan meninjau riwayat kesehatan anda dan hasil pemeriksaan penunjang, dokter akan meresepkan terapi andropause yang sesuai bagi pasien.

Disfungsi ereksi berkorelasi positif dengan penyakit jantung dan pembuluh darah yang saling bersinggungan sebagai faktor resiko, penyebab dan gejala klinis sehingga disfungsi ereksi merupakan suatu tanda yang penting adanya penyakit vaskuler, diabetes, hipertensi dan dislipidemia.
Irama Circadian Hormon Testosteron
Diposting oleh Anton Darsono Wongso di 08.26.00 Label: Erectile Dysfunction, Hypogonadotropic Hypogonadism, Male AgingKadar Testosteron dengan Terapi TE
Diposting oleh Anton Darsono Wongso di 00.48.00 Label: Erectile Dysfunction, Hypogonadotropic HypogonadismTestosteron untuk terapi sulih hormon pria dibuat di laboratorium dari kolesterol dan cenderung lebih mahal dibandingkan hormon wanita. Ketika pertama kali digunakan sebagai pengobatan oral, dokter menemukan bahwa testosteron ketika diserap tubuh dari usus terlalu cepat, dan di liver proses pemecahan komponen tidak berlangsung efektif. Bentuk-bentuk baru testosteron terus dikembangkan untuk mendapatkan penyerapan dan peredaran ke tubuh yang lebih efektif.
Testosteron yang disuntikkan ke dalam otot (intra muscular) dapat diserap langsung ke dalam aliran darah, sehingga : dosis pemberian lebih jarang setiap 2 sampai 4 minggu, bahkan per 12 minggu dengan biaya yang lebih rendah dibandingkan penggunaan sediaan lain.

Prevalensi PE dan ED
Diposting oleh Anton Darsono Wongso di 21.53.00 Label: Erectile Dysfunction, Premature EjaculationInsiden disfungsi ereksi menurut penelitian The Massachusetts Male Ageing Study (MMAS) menunjukkan 52 % responden usia 40-70 tahun menderita disfungsi ereksi dengan berbagai tingkat. Diperkirakan di seluruh dunia lebih dari 152 juta pria mengalami disfungsi ereksi pada tahun 1995.
Diduga sekitar 10 – 15 persen pria Indonesia yang sudah menikah mengalami disfungsi ereksi, semakin bertambah umur insiden disfungsi ereksi semakin meningkat.
Penyebab Disfungsi Ereksi
Diposting oleh Anton Darsono Wongso di 01.55.00 Label: Erectile Dysfunction, Hypogonadotropic Hypogonadism, Male AgingBeberapa contoh gangguan atau penyakit yang dapat mengakibatkan disfungsi ereksi :
a. Genetik / herediter, seperti dapat terjadi pada sindroma Klinifelter.
b. Hormonal, misalnya pada kekurangan hormon testosteron (hipogonadisme).
c. Penyakit yang melatarbelakangi, seperti penyakit jantung, tekanan darah tinggi (hipertensi), arterosklerosis, kolesterol / trigliserida yang tinggi (dislipidemia), kencing manis (diabetes mellitus), sindroma metabolik, gagal ginjal kronis, dll.
d. Kelainan jaringan penis : Peyronie.
e. Gaya hidup, seperti konsumsi alkohol berlebihan, kurang berolahraga, merokok, narkoba, berat badan berlebih (obese).
Menjaga Kesehatan = Menjaga Kesuburan & Fungsi Seksual
Diposting oleh Anton Darsono Wongso di 21.46.00 Label: Erectile Dysfunction, Male AgingKesehatan yang baik erat hubungannya dengan kesuburan dan kesehatan seksual. Misalnya diit makanan sehat dan berolahraga yang teratur akan memberikan berat badan ideal, yang baik untuk menjaga kesuburan dan fungsi seksual pria. Sebagai contoh : penimbunan lemak tubuh khususnya di bagian perut (abdominal obesity) dapat mengurangi kadar hormon testosteron yang berperan penting dalam spermatogenesis (produksi sperma) dan gairah seksual (libido).
Penelitian Bacon dkk, 2006 menunjukkan pria dengan obesitas dibagian perut ≥ 90 % mengalami gangguan ereksi dibandingkan hanya ≤ 30 % pria dengan berat badan ideal.
Menghindari penyalahgunaan obat-obatan terlarang, alkohol dan rokok juga berkontribusi dalam menjaga kesuburan dan fungsi seksual.
- Kokain dapat menekan sekresi hormon LH (Leutinizing Hormone) dan testosteron dengan mekanisme aktivasi sentral opiatergic menyebabkan inhibisi hypothalamic gonadotropin releasing hormone (Cicero dkk, 1974), gangguan ereksi dan menginhibisi orgasme.
- Ekstasi pada dosis tinggi dan pemakaian dalam jangka waktu lama dapat menginhibisi orgasme dan penurunan ereksi.
- Barbiturat (Diazepam, dll) menyebabkan peningkatan metabolisme hormon testosteron, penurunan gairah seksual, gangguan ereksi dan orgasme akan diperlambat.
- Alkohol yang dikonsumsi secara berlebihan dalam jangka waktu lama mempunyai efek ganda pada sistem reproduksi pria secara langsung dan tidak langsung. Secara langsung akan menyebabkan toksisitas testis irreversible (ukuran testis akan mengecil), penurunan kadar hormon reproduksi, merusak saraf dan secara tidak langsung menyebabkan kerusakan hati dan malnutrisi.
- Rokok dapat berefek terhadap pembuluh darah kecil di penis, penurunan frekwensi dan lamanya ereksi (Mannino dkk, 1994). Pria perokok mempunyai resiko 5 kali lebih besar mengalami kesulitan ereksi daripada pria bukan perokok (Manecke & Mulhall, 1999). Kandungan acrolein dalam rokok paling berefek terhadap spermatogenesis dan fungsi sperma untuk terjadinya kemandulan / infertilitas pada pria (Stillman dkk, 1986).
Erection Hardness Score (EHS)
Diposting oleh Anton Darsono Wongso di 22.59.00 Label: Erectile DysfunctionWaist-to-hip ratio (WHR)
Diposting oleh Anton Darsono Wongso di 17.32.00 Label: Erectile Dysfunction, Hypogonadotropic HypogonadismRasio pinggang-pinggul (WHR) merupakan proporsi lemak yang tersimpan pada tubuh Anda di pinggang dan pinggul.
Kebanyakan lemak tubuh tersimpan dalam dua cara yang berbeda :
1. Di bagian tengah perut (bentuk apel).
2. Sekitar pinggul (bentuk pir).
Bagi kebanyakan orang, bentuk apel atau membawa beban tambahan di tengah menempatkan mereka pada risiko kesehatan lebih tinggi daripada membawa beban tambahan di pinggul atau paha atau bentuk pir. Perlu diingat bahwa ini hanyalah salah satu penilaian yang digunakan dalam mengukur risiko kesehatan secara keseluruhan. Obesitas Secara keseluruhan, bagaimanapun, masih risiko lebih besar dari mana lemak disimpan pada tubuh. Pengukuran penting lainnya selain Pinggang Hip Ratio adalah Body Mass Index (BMI) dan persentase lemak tubuh.
Cara mengukur :
- Ukur pinggang melewati bagian pusar.
- Ukur pinggul melewati ujung tulang pinggul.
Waist–to-Hip Ratio direkomendasikan 0,95 atau kurang.








