TANGERANG, WARTA – Sabtu (29/10/2011), RS Awal Bros Tangerang menggelar seminar kesehatan gratis yang mengupas Andropause. Hadir sebagai pembicara yakni Dr Anton Darsono Wongso, SpAnd.
Diterangkan Dr Anton, andropause adalah sindrom pada laki-laki lanjut usia yang disebabkan menurunnya kadar testosterone. Kadar testosterone akan menurun secara perlahan dengan bertambahnya usia yang dimulai kira-kira pada usia 40 tahunan (proses aging) atau karena sebab-sebab lain.
Andropause ini bisa menurunkan gairah seksual (libido), menurunnya kekuatan dan masa otot, osteoporosis, konsentrasi dan daya ingat. Serta meningkatnya lemak tubuh di perut, perasaan kelelahan dan depresi.

Waspada Sindrom Andropause
Diposting oleh Anton Darsono Wongso di 01.51.00 Label: Hypogonadotropic Hypogonadism, Male AgingLeukospermia
Diposting oleh Anton Darsono Wongso di 06.34.00 Label: Andrology Laboratory, Male InfertilityLeukospermia (= lekositospermia / lekospermia) bila lekosit > 1 juta /ml. Sebagian besar lekosit yang terdapat dalam semen (= ejakulat / air mani) manusia berupa netrofil.
Pemeriksaan dan perhitungan lekosit ini penting karena merupakan petanda adanya infeksi saluran reproduksi pria (MAGI = male accessories glands infection) yang memerlukan terapi.
Dalam kasus terjadinya leukospermia, dihubungkan dengan perubahan parameter semen yaitu berkurangnya volume, penurunan konsentrasi sperma, penurunan motilitas (gerak) sperma peningkatan abnormalitas morfologi (bentuk normal) sperma, sampai hilangnya fungsi sperma. Penurunan diatas disebabkan oleh ROS yang meningkat serta sekresi sitokin yang sitotoksik.
Pengaruh leukospermia dalam praktek sehari-hari adalah terjadinya infertilitas pria dan faktor penyebab pada gangguan ejakulasi yaitu terjadinya ejakulasi premature (dini).
Seminar Awam Andropause & Pencegahan Infertilitas
Diposting oleh Anton Darsono Wongso di 00.28.00 Label: Hypogonadotropic Hypogonadism, Male InfertilityKondom adalah salah satu kontrasepsi dapat terbuat dari karet (latex) atau non latex (dibuat dari bahan polyurethane, biasanya dipakai oleh pasangan yang allergi dengan bahan latex dan juga dibuat khusus untuk koleksi air mani bagi pria yang kesulitan dalam mengambil sampel air mani untuk analisis sperma / preparasi sperma dengan cara masturbasi). Kondom banyak tersedia untuk pria, tapi ada juga untuk wanita dengan tujuan utama berfungsi sebagai “barrier” agar tidak terjadi kehamilan.
Kondom untuk pria, berbentuk tabung yang tidak tembus cairan dimana salah satu ujungnya tetutup rapat serta dilengkapi penampung air mani / semen. Bahan pembuat, ketebalan, dan rasa juga bervariasi, selain daripada itu perlu diketahui apakah ditambahkan spermatisid atau tidak. Penambahan spermatisid berfungsi untuk mematikan sperma bila terjadi kontak dengan bahan spermatisid yang ditambahkan di kondom. Bahan latex (karet) diketahui juga bersifat spermatoksik yaitu bersifat mematikan sperma.
Penggunaan kondom di Indonesia sebagai metode KB masih sangat rendah yaitu sekitar 0,7% dari peserta KB yang ada. Rendahnya kesadaran menggunakan kondom ini disebabkan oleh berbagai faktor. Salah satu faktornya adalah citra negatif yang melekat pada kondom.
Tingkat keberhasilan kondom adalah 80 sampai 95 persen. Jadi, masih ada 5 - 20 persen pasangan dapat hamil dengan penggunakan kondom sebagai alat kontrasepsi. Untuk memperoleh hasil yang maksimal, sebaiknya kondom harus disimpan dan dipasang dengan baik dan benar.
Menjaga Kesehatan = Menjaga Kesuburan & Fungsi Seksual
Diposting oleh Anton Darsono Wongso di 21.46.00 Label: Erectile Dysfunction, Male AgingKesehatan yang baik erat hubungannya dengan kesuburan dan kesehatan seksual. Misalnya diit makanan sehat dan berolahraga yang teratur akan memberikan berat badan ideal, yang baik untuk menjaga kesuburan dan fungsi seksual pria. Sebagai contoh : penimbunan lemak tubuh khususnya di bagian perut (abdominal obesity) dapat mengurangi kadar hormon testosteron yang berperan penting dalam spermatogenesis (produksi sperma) dan gairah seksual (libido).
Penelitian Bacon dkk, 2006 menunjukkan pria dengan obesitas dibagian perut ≥ 90 % mengalami gangguan ereksi dibandingkan hanya ≤ 30 % pria dengan berat badan ideal.
Menghindari penyalahgunaan obat-obatan terlarang, alkohol dan rokok juga berkontribusi dalam menjaga kesuburan dan fungsi seksual.
- Kokain dapat menekan sekresi hormon LH (Leutinizing Hormone) dan testosteron dengan mekanisme aktivasi sentral opiatergic menyebabkan inhibisi hypothalamic gonadotropin releasing hormone (Cicero dkk, 1974), gangguan ereksi dan menginhibisi orgasme.
- Ekstasi pada dosis tinggi dan pemakaian dalam jangka waktu lama dapat menginhibisi orgasme dan penurunan ereksi.
- Barbiturat (Diazepam, dll) menyebabkan peningkatan metabolisme hormon testosteron, penurunan gairah seksual, gangguan ereksi dan orgasme akan diperlambat.
- Alkohol yang dikonsumsi secara berlebihan dalam jangka waktu lama mempunyai efek ganda pada sistem reproduksi pria secara langsung dan tidak langsung. Secara langsung akan menyebabkan toksisitas testis irreversible (ukuran testis akan mengecil), penurunan kadar hormon reproduksi, merusak saraf dan secara tidak langsung menyebabkan kerusakan hati dan malnutrisi.
- Rokok dapat berefek terhadap pembuluh darah kecil di penis, penurunan frekwensi dan lamanya ereksi (Mannino dkk, 1994). Pria perokok mempunyai resiko 5 kali lebih besar mengalami kesulitan ereksi daripada pria bukan perokok (Manecke & Mulhall, 1999). Kandungan acrolein dalam rokok paling berefek terhadap spermatogenesis dan fungsi sperma untuk terjadinya kemandulan / infertilitas pada pria (Stillman dkk, 1986).


