Penis Kecil
Diposting oleh Anton Darsono Wongso di 11.38.00 Label: Erectile Dysfunction, Hypogonadotropic Hypogonadism, Male AgingGangguan Ereksi dengan Hypogonadisme
Diposting oleh Anton Darsono Wongso di 16.38.00 Label: Erectile Dysfunction, Hypogonadotropic HypogonadismUsahakan penyakit yang menyertai dalam keadaan terkontrol baik / dikoreksi, kalau ada hipogonadisme lakukan terapi sulih dengan testosteron (oral, gel, injeksi) maupun dengan obat herbal Tribulus terrestris yang mengandung protodioscin di atas 45 % apalagi bila bersama-sama menggunakan PDE5-inhibitor, oleh karena produksi nitric oxide neural bersifat androgen dependen diharapkan penggunaan PDE5-inhibitor akan lebih efektif.
Mekanisme Aging
Diposting oleh Anton Darsono Wongso di 12.32.00 Label: Hypogonadotropic Hypogonadism, Male AgingFungsi Testis pada Kanak-Kanak & Mikropenis
Diposting oleh Anton Darsono Wongso di 22.15.00 Label: Hypogonadotropic Hypogonadism Fungsi utama testis adalah sekresi hormon testosteron dan produksi sperma yang secara anatomis terpisah, dimana biosintesa testosteron terjadi di dalam sel Leydig yang salah satunya berpengaruh atas pertumbuhan alat genitalia laki-laki termasuk penis, dan produksi sperma terjadi di dalam tubuli seminiferi.
Salah satu kelainan kanak-kanak adalah tidak berkembang dengan sempurnanya phallus dan testis yang dikenal sebagai mikrophallus / mikropenis dan mikrotestis. Apabila kelainan ini terlambat diberikan terapi yang adekuat akan menyebabkan gangguan fungsi seksual dan fertilitas dikemudian hari.
Mikropenis adalah penis dengan bentuk normal tetapi kecil (kurang dari 2,5 SD menurut umur dan status perkembangan pubertas) dan tidak disertai dengan kelainan diferensiasi seksual lain. Insiden mikropenis diperkirakan sekitar 0,6 % dari populasi anak-anak.
Kondisi mikropenis ini sangat mungkin diatasi selama penderita belum memasuki usia pubertas (12-13 tahun).
Membawa Kembali Masa Muda !
Diposting oleh Anton Darsono Wongso di 21.38.00 Label: Erectile Dysfunction, Hypogonadotropic Hypogonadism, Male Aging
Terapi Testosteron dan GH dapat membantu mengurangi gejala andropause, dan mengembalikan hormon ke tingkat yang optimal bagi tubuh anda pada kinerja puncak baik fisik, emosional dan seksual. Manfaat dari terapi sulih hormon Testosteron dan GH untuk pengobatan andropause adalah luas, dan mencakup:
• Meningkatkan energi.
• Meningkatkan gairah seks.
• Peningkatan kekuatan otot dan tulang.
• Menstabilisasi suasana hati.
Sebelum menjalani pengobatan, perlu pemeriksaan fisik secara menyeluruh dan evaluasi menyeluruh terhadap riwayat medis anda (termasuk kondisi medis yang sedang berlangsung, obat saat ini), kerja darah dan komposisi tubuh (persentase tubuh, air lemak dan massa otot). Setelah analisis yang cermat dan meninjau riwayat kesehatan anda dan hasil pemeriksaan penunjang, dokter akan meresepkan terapi andropause yang sesuai bagi pasien.

Irama Circadian Hormon Testosteron
Diposting oleh Anton Darsono Wongso di 08.26.00 Label: Erectile Dysfunction, Hypogonadotropic Hypogonadism, Male AgingKadar Testosteron dengan Terapi TE
Diposting oleh Anton Darsono Wongso di 00.48.00 Label: Erectile Dysfunction, Hypogonadotropic HypogonadismTestosteron untuk terapi sulih hormon pria dibuat di laboratorium dari kolesterol dan cenderung lebih mahal dibandingkan hormon wanita. Ketika pertama kali digunakan sebagai pengobatan oral, dokter menemukan bahwa testosteron ketika diserap tubuh dari usus terlalu cepat, dan di liver proses pemecahan komponen tidak berlangsung efektif. Bentuk-bentuk baru testosteron terus dikembangkan untuk mendapatkan penyerapan dan peredaran ke tubuh yang lebih efektif.
Testosteron yang disuntikkan ke dalam otot (intra muscular) dapat diserap langsung ke dalam aliran darah, sehingga : dosis pemberian lebih jarang setiap 2 sampai 4 minggu, bahkan per 12 minggu dengan biaya yang lebih rendah dibandingkan penggunaan sediaan lain.

Penyebab Disfungsi Ereksi
Diposting oleh Anton Darsono Wongso di 01.55.00 Label: Erectile Dysfunction, Hypogonadotropic Hypogonadism, Male AgingBeberapa contoh gangguan atau penyakit yang dapat mengakibatkan disfungsi ereksi :
a. Genetik / herediter, seperti dapat terjadi pada sindroma Klinifelter.
b. Hormonal, misalnya pada kekurangan hormon testosteron (hipogonadisme).
c. Penyakit yang melatarbelakangi, seperti penyakit jantung, tekanan darah tinggi (hipertensi), arterosklerosis, kolesterol / trigliserida yang tinggi (dislipidemia), kencing manis (diabetes mellitus), sindroma metabolik, gagal ginjal kronis, dll.
d. Kelainan jaringan penis : Peyronie.
e. Gaya hidup, seperti konsumsi alkohol berlebihan, kurang berolahraga, merokok, narkoba, berat badan berlebih (obese).
Bagi pria, badan yang tinggi menggambarkan kejantanan, percaya diri, dan kekuasaan.
Namun,jika tinggi badan belum mencapai yang diinginkan. Bagaimana bila kita ingin mempunyai badan yang lebih tinggi lagi?
Perlu kita ingat bahwa pertumbuhan tinggi maksimal terjadi pada saat growth hormone (GH) diproduksi paling banyak yaitu saat pubertas dan pertumbuhan ini akan berlangsung sampai 2-3 tahun setelahnya.
Pada wanita pertumbuhan berhenti pada usia 18 tahun dan pada pria berhenti pada usia 21 tahun. Makin cepat pubertas seseorang maka akan makin cepat pertumbuhan itu terhenti. Setelah periode pertumbuhan berakhir maka pertumbuhan tinggi akan terhenti dan tulang-tulang akan menyatu, serta tulang rawan akan terkalsifikasi. Selain itu juga harus diingat bahwa pertumbuhan tinggi nya seseorang dipengaruhi oleh faktor geneti, asupan gizi, dan latihan yang dilakukan.
Apa yang dapat dilakukan bila telah melewati masa remaja dan ingin bertambah tinggi?
Terdapat beberapa cara yang sekarang ini menjadi pilihan yaitu dengan cara olahraga untuk meningkatkan flesibilitas dari tubuh, meregangkan tulang belakang, dan memeperbaiki postur. Nutrisi tambahan seperti vitamin dan terapi hormon juga sekarang menjadi pilihan lainnya. 
Sumber: www.psychologytoday.com
Waspada Sindrom Andropause
Diposting oleh Anton Darsono Wongso di 01.51.00 Label: Hypogonadotropic Hypogonadism, Male AgingTANGERANG, WARTA – Sabtu (29/10/2011), RS Awal Bros Tangerang menggelar seminar kesehatan gratis yang mengupas Andropause. Hadir sebagai pembicara yakni Dr Anton Darsono Wongso, SpAnd.
Diterangkan Dr Anton, andropause adalah sindrom pada laki-laki lanjut usia yang disebabkan menurunnya kadar testosterone. Kadar testosterone akan menurun secara perlahan dengan bertambahnya usia yang dimulai kira-kira pada usia 40 tahunan (proses aging) atau karena sebab-sebab lain.
Andropause ini bisa menurunkan gairah seksual (libido), menurunnya kekuatan dan masa otot, osteoporosis, konsentrasi dan daya ingat. Serta meningkatnya lemak tubuh di perut, perasaan kelelahan dan depresi.

Seminar Awam Andropause & Pencegahan Infertilitas
Diposting oleh Anton Darsono Wongso di 00.28.00 Label: Hypogonadotropic Hypogonadism, Male InfertilityGrowth Hormone Deficiency & Tinggi Badan
Diposting oleh Anton Darsono Wongso di 01.00.00 Label: Hypogonadotropic Hypogonadism, Male AgingDefisiensi Hormon Pertumbuhan atau Growth Hormone Deficiency (GHD)terjadi ketika tubuh seorang anak tidak membuat hormon perkembangan yang cukup dengan sendirinya. Hormon pertumbuhan membantu anak-anak untuk tumbuh tinggi. GH dibuat oleh kelenjar hipofisis, sebuah kelenjar kecil di otak. Salah satu tanda yang jelas dari GHD adalah terlihat perlambatan pertumbuhan. Antara usia dua dan pubertas, anak-anak dengan GHD mungkin tumbuh kurang dari dua inchi per tahun, terlihat lebih muda (dibandingkan dengan usia dan jenis kelamin sama).
- Idiopathic Short Stature (ISS)
ISS menggambarkan gangguan pertumbuhan anak-anak tanpa diketahui penyebabnya. Anak-anak dengan ISS lebih pendek dari 98,8% dari anak-anak lain. Perlu pemeriksaan darah lengkap, fisik dan tes urin untuk membantu menyingkirkan gangguan lain yang dapat mempengaruhi pertumbuhan.
Jika tidak ada penyebab lain kegagalan pertumbuhan dapat ditemukan, seorang anak dikatakan telah ISS dan dapat manfaat dari terapi GH.
- Prader-Willi Syndrome (PWS)
PWS adalah kelainan genetik yang kompleks yang disebabkan oleh perubahan dalam gen tertentu. Hal ini jarang diwariskan, terjadi ketika janin. PWS memiliki berbagai tanda, termasuk masalah kelemahan dan makan pada masa bayi, perawakan pendek, tangan dan kaki kecil, perkembangan seksual yang tidak lengkap dan masalah penglihatan.
-GHD di Usia Dewasa
Bahkan setelah kita selesai tumbuh, hormon pertumbuhan membantu dalam banyak fungsi tubuh. Pada beberapa orang dewasa, tubuh mereka tidak cukup membuat GH, sehingga perlu suplementasi GH.
Tanda-tanda dan gejala GHD di usia dewasa meliputi peningkatan lemak tubuh, terutama di perut, massa otot menurun, penurunan kekuatan tulang dan penurunan energi.
Sindroma Defisiensi Testosteron
Diposting oleh Anton Darsono Wongso di 00.22.00 Label: Hypogonadotropic Hypogonadism, Male AgingDasar diagnosis sindroma defisiensi testosteron berdasarkan anamnesis (wawancara secara sistematis mengenai gejala), pemeriksaan fisis dan pemeriksaan penunjang laboratorium dengan mengukur kadar testosteron.
Dokter akan menanyakan beberapa pertanyaan untuk ekplorasi tanda-tanda atau gejala – gejala yang mungkin dialami pasien yang mungkin mengalami defisiensi testosteron. Gejala utama yang berhubungan dengan gairah seks (libido rendah) dan fungsi ereksi, selain pertanyaan tentang berbagai gejala lainnya.
Karena banyak gejala-gejala ini belum tentu hanya karena hanya kadar testosteron rendah, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan melakukan pemeriksaan penunjang dengan melakukan tes darah untuk mengukur kadar testosteron dan tes darah lainnya untuk menunjang diagnosis.
Pemeriksaan Fisis :
- Umum (mengukur tekanan darah, mengukur lingkar perut & WHR)
- Andrologis (karakteristik seksual sekunder, testis)
Tes darah :
Darah biasanya akan diambil di pagi hari (7:00-11:00) ketika testosteron dalam darah pada irama circadian pada kadar tertinggi.

Waist-to-hip ratio (WHR)
Diposting oleh Anton Darsono Wongso di 17.32.00 Label: Erectile Dysfunction, Hypogonadotropic HypogonadismRasio pinggang-pinggul (WHR) merupakan proporsi lemak yang tersimpan pada tubuh Anda di pinggang dan pinggul.
Kebanyakan lemak tubuh tersimpan dalam dua cara yang berbeda :
1. Di bagian tengah perut (bentuk apel).
2. Sekitar pinggul (bentuk pir).
Bagi kebanyakan orang, bentuk apel atau membawa beban tambahan di tengah menempatkan mereka pada risiko kesehatan lebih tinggi daripada membawa beban tambahan di pinggul atau paha atau bentuk pir. Perlu diingat bahwa ini hanyalah salah satu penilaian yang digunakan dalam mengukur risiko kesehatan secara keseluruhan. Obesitas Secara keseluruhan, bagaimanapun, masih risiko lebih besar dari mana lemak disimpan pada tubuh. Pengukuran penting lainnya selain Pinggang Hip Ratio adalah Body Mass Index (BMI) dan persentase lemak tubuh.
Cara mengukur :
- Ukur pinggang melewati bagian pusar.
- Ukur pinggul melewati ujung tulang pinggul.
Waist–to-Hip Ratio direkomendasikan 0,95 atau kurang.
Dapatkah ukuran Penis diperbesar ?
Diposting oleh Anton Darsono Wongso di 04.56.00 Label: Hypogonadotropic Hypogonadism(anton.smc@gmail.com)
Banyak pasien pria dewasa yang berkunjung ke dokter menanyakan “Apakah ukuran penis saya normal, dok ?”. Ukuran normal tidaknya mengacu pada referensi yaitu dikatakan mikropenis bila -2,5 SD untuk usia tanpa disertai kelainan struktur seperti hipospadia.
Tabel rerata ukuran panjang penis (cm) : (Lihat bagian "MIKROPENIS")
Pada usia dewasa setelah melewati akhir masa puber, ukuran penis seorang pria TIDAK DAPAT dibesarkan lagi. Yang dapat dilakukan hanya secara KOSMETIK / AESTETIK saja. Misalnya dilakukan operasi untuk menurunkan ligamen yang menggantung penis, sehingga penis letaknya lebih bawah maka akan TAMPAK ukuran penis lebih panjang (tanpa penambahan ukuran).
Cara lainnya yang ditempuh misalnya suntik silikon cair, suntik kolagen. Cara ini dalam jangka pendek secara kosmetik akan tampak hasil yang memuaskan namun jangka panjang justru sangat merugikan. Hal ini terkait zat / bahan tersebut akan menetap di tubuh (permanen), tidak dapat diserap kembali, dan akan mengikuti gaya gravitasi. Sebagaimana diketahui penis seorang pria tentu mengalami ereksi sehingga penis menjadi tegak, panjang dan keras, maupun keadaan flaccid yang berupa penis lemas, mengkerut dan kecil, selain itu juga dipergunakan untuk hubungan suami istri yang akan memberikan stressing bagi anatomi penis tersebut. Dalam jangka panjang akan memberikan masalah yang jauh lebih besar seperti perubahan tampilan penis yang buruk, bahkan penis tersebut tidak dapat dipergunakan lagi untuk koitus.
Cara lain yang ditempuh adalah dengan menyuntikkan zat / bahan yang akan dapat diserap kembali oleh tubuh (temporer) dalam jangka waktu tertentu (sekitar 1,5 sampai 2 tahun), bersifat hipo alergi yang akan mengurangi efek yang merugikan seperti penyuntikan silikon ataupun kolagen. Penyuntikan tersebut terbaik pada glans penis (bagian ujung penis) hal ini akan memberikan efek kosmetik yang baik bagi pasien.
Ukuran penis seorang laki-laki dapat diperbesar bila dilakukan diterapi yang tepat pada usia anak-anak, PENAMBAHAN UKURAN PENIS DAPAT MAKSIMAL BILA DITERAPI PADA USIA SEBELUM PUBER. Hal yang perlu diperhatikan adalah deteksi dini dengan mengukur penis pada usia anak – anak.
Standar pengukuran penis adalah Strecthed Penile Length (SPL). Panjang penis diukur dari basis penis sampai ujung glans, tanpa mengukur preputium. Basis penis didapatkan dengan menekan lemak suprapubik dengan menyandarkan penis pada sebuah penggaris yang kaku atau spatula kayu. Penggaris atau spatula kayu yang diletakkan pada bagian ventral penis secara vertikal, ditekan sampai teraba simpfisis pubis. Penis kemudian ditarik sejauh mungkin (stretched) secara vertikal. Pengukuran dilakukan sebanyak 3 kali dan reratanya digunakan sebagai hasil pengukuran panjang penis.
Bila ukuran penis dibawah rata-rata tapi ukuran penis belum -2,5 SD maka disebut PENIS KECIL, bila kurang dari -2,5 SD baru disebut "MIKROPENIS".
Jadi, penambahan ukuran penis pada usia sebelum pubertas akan memberikan hasil yang memuaskan. Namun bila telah melewati masa akhir puber maka penambahan ukuran tidak dapat signifikan lagi, yang dapat dilakukan hanya secara kosmetik saja.
Disfungsi Ereksi
Diposting oleh Anton Darsono Wongso di 07.08.00 Label: Erectile Dysfunction, Hypogonadotropic Hypogonadism, QuisionerKuisioner untuk menentukan apakah seorang pria mengalami disfungsi ereksi atau tidak,dan seberapa berat disfungsi ereksi tersebut.
ERECTILE DYSFUNCTION INTENSITY SCALE ( EDIS ) / IIEF-5
Penjumlahan skor diatas :
21-25 : Normal
16-20 : Disfungsi ereksi ringan
11-15 : Disfungsi ereksi sedang
5-10 : Disfungsi ereksi berat
Mikropenis (= Micropenis)
Sudah sepantasnya bagi orang tua mencemaskan ukuran penis anak laki-lakinya. Masalah ini tidak dapat dipandang sebelah mata karena dapat menyebabkan peningkatkan kekhawatiran dan kecemasan bagi anak ketika telah dewasa.
Tidak sedikit pria yang merasa ukuran penisnya kecil atau tidak sesuai dengan harapan yang kemudian mengalami hambatan psikis hingga mengakibatkan gangguan ereksi. Hambatan psikis diawali berupa rasa rendah diri, rasa malu, kurang percaya diri dan sering menarik diri dari pergaulan dengan teman sebaya.
Pada saat pasangan wanitanya memberikan reaksi yang semakin membenarkan bahwa ukuran penisnya tidak sesuai dengan harapannya maka hambatan psikis yang terjadi akan semakin kuat.
Mikropenis adalah ukuran panjang penis kurang dari -2.5 SD untuk usia tanpa disertai kelainan struktural penis lain (misalnya hipospadia).
Standar pengukuran penis adalah Strecthed Penile Length (SPL). Panjang penis diukur dari basis penis sampai ujung glans, tanpa mengukur preputium. Basis penis didapatkan dengan menekan lemak suprapubik dengan menyandarkan penis pada sebuah penggaris yang kaku atau spatula kayu. Penggaris atau spatula kayu yang diletakkan pada bagian ventral penis secara vertikal, ditekan sampai teraba simpfisis pubis. Penis kemudian ditarik sejauh mungkin (stretched) secara vertical. Pengukuran dilakukan sebanyak 3 kali dan reratanya digunakan sebagai hasil pengukuran panjang penis. 
Hasil pengukuran panjang penis dalam keadaan flaccid sangat bervariasi, sehingga tidak dianjurkan, demikian pula pengukuran dalam keadaan ereksi. Setelah melakukan pengukuran penis perlu dievaluasi keadaan anatomis penis, skrotum dan testis.
Masalah ukuran penis sering terjadi pada anak yang mengalami kegemukan (sentral obesitas) yang terdiri dari "adipose tissue" yang banyak mengandung estradiol yang mengakibatkan feedback mechanism negatif (-) ke hipofise (LH) yang selanjutnya produksi testosteron oleh sel leydig akan menurun. Fungsi "adipocyte" sebagai sel endokrin yang memproduksi dan mensekresi "adipocytokines/adipokines" yang didominasi leptin, dimana reseptor leptin ada di sel leydig dan menginhibisi hipofise (LH) yang selanjutnya kadar testosteron akan menurun.
Bila ukuran penis dibawah rata-rata tapi ukuran penis belum -2,5 SD maka disebut PENIS KECIL, bila kurang dari -2,5 SD baru disebut MIKROPENIS.








