Kadar Growth Hormone (GH)




Prevalensi PE dan ED

Insiden disfungsi ereksi menurut penelitian The Massachusetts Male Ageing Study (MMAS) menunjukkan 52 % responden usia 40-70 tahun menderita disfungsi ereksi dengan berbagai tingkat. Diperkirakan di seluruh dunia lebih dari 152 juta pria mengalami disfungsi ereksi pada tahun 1995.
Diduga sekitar 10 – 15 persen pria Indonesia yang sudah menikah mengalami disfungsi ereksi, semakin bertambah umur insiden disfungsi ereksi semakin meningkat.


Sperm Aglutination
















Penyebab Disfungsi Ereksi

Beberapa contoh gangguan atau penyakit yang dapat mengakibatkan disfungsi ereksi :
a. Genetik / herediter, seperti dapat terjadi pada sindroma Klinifelter.
b. Hormonal, misalnya pada kekurangan hormon testosteron (hipogonadisme).
c. Penyakit yang melatarbelakangi, seperti penyakit jantung, tekanan darah tinggi (hipertensi), arterosklerosis, kolesterol / trigliserida yang tinggi (dislipidemia), kencing manis (diabetes mellitus), sindroma metabolik, gagal ginjal kronis, dll.
d. Kelainan jaringan penis : Peyronie.
e. Gaya hidup, seperti konsumsi alkohol berlebihan, kurang berolahraga, merokok, narkoba, berat badan berlebih (obese).



Tinggi Badan

Bagi pria, badan yang tinggi menggambarkan kejantanan, percaya diri, dan kekuasaan.

Namun,jika tinggi badan belum mencapai yang diinginkan. Bagaimana bila kita ingin mempunyai badan yang lebih tinggi lagi?
Perlu kita ingat bahwa pertumbuhan tinggi maksimal terjadi pada saat growth hormone (GH) diproduksi paling banyak yaitu saat pubertas dan pertumbuhan ini akan berlangsung sampai 2-3 tahun setelahnya.
Pada wanita pertumbuhan berhenti pada usia 18 tahun dan pada pria berhenti pada usia 21 tahun. Makin cepat pubertas seseorang maka akan makin cepat pertumbuhan itu terhenti. Setelah periode pertumbuhan berakhir maka pertumbuhan tinggi akan terhenti dan tulang-tulang akan menyatu, serta tulang rawan akan terkalsifikasi. Selain itu juga harus diingat bahwa pertumbuhan tinggi nya seseorang dipengaruhi oleh faktor geneti, asupan gizi, dan latihan yang dilakukan.

Apa yang dapat dilakukan bila telah melewati masa remaja dan ingin bertambah tinggi?
Terdapat beberapa cara yang sekarang ini menjadi pilihan yaitu dengan cara olahraga untuk meningkatkan flesibilitas dari tubuh, meregangkan tulang belakang, dan memeperbaiki postur. Nutrisi tambahan seperti vitamin dan terapi hormon juga sekarang menjadi pilihan lainnya.

















Sumber: www.psychologytoday.com

Diabetes Mellitus

IDF Consensus Group (Berlin, 2005) memberikan pedoman untuk sindrom metabolik, yaitu :

Obesitas sentral : Lingkar pinggang > 90 cm.
Ditambah 2 dari :
- Peningkatan trigliserida : ≥ 1.7 mmol/L (≥ 150 mg/dl)
- Penurunan kolesterol HDL : < 1.03 mmol/L (< 40 mg/dl)
- Peningkatan tekanan darah : sistolik ≥ 130 mmHg, diastolik ≥ 85 mmHg
- Peningkatan glukosa darah puasa (FPG) : ≥ 5.6 mmol/L (≥ 100 mg/dl) atau type 2 diabetes




















FPG = Fasting Plasma Glucose
OGTT = Oral Glucose Tolerance Test

      Diabetes, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, stres, depresi, dll adalah penyakit yang umumnya mempengaruhi aliran darah dan menyebabkan disfungsi ereksi (ED).
      Terjadinya diabetes ketika tubuh tidak secara  efektif mengontrol jumlah kandungan gula di dalam darah, sehingga konsentrasi gula  dalam darah meningkat.  Seiring dengan waktu, konsentrasi gula yang tinggi ini dapat merusak saraf dan pembuluh darah, termasuk pembuluh darah yang mengalirkan darah ke penis pada saat pria ereksi.
       Kasus disfungsi ereksi pada diabetes meningkat seiring umur tapi bisa juga meningkat karena alasan lain seperti durasi diabetes dan kontrol glikemik yang tidak baik. Pria yang menderita diabetes tiga kali lebih besar kemungkinan mengalami gangguan disfungsi ereksi dibandingkan yang tidak.
      Berat badan berlebih, kurang berolahraga, riwayat penyakit diabetes dalam keluarga perlu dilakukan deteksi dini sebelum kondisi itu terjadi.