- Diabetes Mellitus tipe 1 : Disebabkan oleh kerusakan dari sel beta pankreas yang menyebabkan kekurangan insulin secara absolut.
- Diabetes Mellitus tipe 2 : Disebabkan oleh berkurangnya secara progresif sekresi insulin akibat resistensi insulin.
- Diabetes Mellitus tipe lain : Misalnya diabetes yang disebabkan karena kelainan genetik dari fungsi insulin, atau diabetes yang disebabkan karena penggunaan obat-obatan dan zat kimia tertentu.
- Diabetes pada Kehamilan.
Perlu dilakukan evaluasi infertilitas pria dengan pertimbangan sebagai unit dalam evaluasi dan pengobatan dan untuk melanjutkan dengan cara investigasi paralel dengan pasangan (isteri) sampai diketahui penyebabnya. Telah terbukti bahwa semakin lama pasangan subfertil, semakin buruk kesempatan mereka untuk obat yang efektif. Banyak pasangan yang mengalami ketakutan dan kecemasan yang signifikan setelah hanya beberapa bulan dari kegagalan untuk hamil.
Selektif phosphodiesterase inhibitor, isoenzyme tipe 5 (PDE5i) yang dijumpai pada jaringan genital mengurangi katabolisme cGMP. Sehingga dapat dikatakan PDE5i tidak menstimulasi pembentukan cGMP, hanya memperkuat dan memperpanjang daya kerjanya, sehingga PDE5i mutlak memerlukan rangsangan / keinginan seksual terlebih dahulu.
Penis Kecil
Diposting oleh Anton Darsono Wongso di 11.38.00 Label: Erectile Dysfunction, Hypogonadotropic Hypogonadism, Male AgingKekhasan Spermatozoa
Diposting oleh Anton Darsono Wongso di 21.39.00 Label: Andrology Laboratory, Male InfertilitySpermatozoa memiliki kekhasan dibandingkan dengan sel-sel tubuh lain, yakni kemampuan pokok untuk :
- Bergerak (motilitas).
- Mengenal (recognisi).
- Menembus (penetrasi).
- Melebur (fusi).
http://www.esquire.co.id/artikel/view/201206/4721696/Misteri-Andropause-Dan-Terapi-Sulih-Hormon
![]() | |||||
| Postur Ideal |
Bagaimana mengukur lingkar pinggang ?
- Lepaskan baju Anda dan Berjalan;
- Posisi pita pertengahan di antara bagian atas tulang pinggul dan bagian bawah tulang rusuk;
- Bila melakukan pengukuran, perut harus rileks dan bernafaslah seperti biasanya;
- Catat pengukuran.
![]() |
| Cara Pengukuran Lingkar Pinggang |
Pria yang mengalami gangguan fungsi ereksi dengan penyebab psikogenik murni akan tetap mengalami “ereksi pagi hari / morning erection / nocturnal erection” yang mengindikasikan bahwa mekanisme ereksi baik-baik saja. Alasan psikogenik yang biasa terjadi adalah : stes, depresi, masalah rumah tangga, trauma emosional seperti kehilangan pasangan atau putusnya hubungan.
Siklus Hidup Pria
Diposting oleh Anton Darsono Wongso di 23.38.00 Label: Erectile Dysfunction, Male Aging
Vacum Constraction Device (Pompa)
Diposting oleh Anton Darsono Wongso di 00.38.00 Label: Erectile DysfunctionVacum Constraction Device (pompa) adalah alat yang digunakan untuk memberikan tekanan negatif di dalam tabung sehingga seorang pria dengan disfungsi ereksi bisa mendapatkan dan mempertahankan ereksi. VCD terdiri dari sebuah silinder akrilik dengan pompa yang dapat terpasang langsung ke ujung penis. Sebuah cincin penyempitan atau band ditempatkan pada silinder di ujung yang lain. Tabung dan pompa digunakan untuk membuat tekanan negatif untuk membantu penis menjadi ereksi. Cincin / band digunakan untuk membantu mempertahankan ereksi.

Gangguan Ereksi dengan Hypogonadisme
Diposting oleh Anton Darsono Wongso di 16.38.00 Label: Erectile Dysfunction, Hypogonadotropic HypogonadismUsahakan penyakit yang menyertai dalam keadaan terkontrol baik / dikoreksi, kalau ada hipogonadisme lakukan terapi sulih dengan testosteron (oral, gel, injeksi) maupun dengan obat herbal Tribulus terrestris yang mengandung protodioscin di atas 45 % apalagi bila bersama-sama menggunakan PDE5-inhibitor, oleh karena produksi nitric oxide neural bersifat androgen dependen diharapkan penggunaan PDE5-inhibitor akan lebih efektif.
Gangguan Ereksi pada Hiperglikemia
Diposting oleh Anton Darsono Wongso di 12.38.00 Label: Erectile DysfunctionHiperglikemia, yaitu kadar gula darah yang tinggi sehingga secara langsung berefek pada sel otot polos korpus kavernosum dengan terjadinya kontraksi dari rasangan noradrenalin dan juga penurunan kadar “nitric oxide” yang merupakan mediator kimia terpenting yang berfungsi sebagai relaksasi jaringan kavernosum penis.
Pada kasus diabetes yang tidak terkendali adanya hiperglikemi yang lama akan memicu reaksi non-enzimatik yang menghasilkan produk yang merupakan mediator inflamasi dan ini banyak menumpuk pada jaringan kolagen tunika dan korpus kavernosum. Hal ini akan mengakibatkan hambatan produksi nitric oxide yang berfungsi meningkatkan cyclic GMP jaringan, faktor yang berperan untuk terjadinya relaksasi jaringan kavernosum penis. Selain nitric oxide, “Advanced Glycosileted Ends Product” (AGEs) juga merangsang produksi endotelin I meningkat yang berakibat terjadinya vasokontriksi, radikal bebas, amiloid, bahan peradangan lain (inflamatory respon agent) yang merusak endotel, DNA, mitokondria otak, sehingga mengganggu fungsi neurotransmitter.
Pilihan Pengobatan Disfungsi Ereksi
Diposting oleh Anton Darsono Wongso di 08.38.00 Label: Erectile DysfunctionPilihan pengobatan untuk disfungsi ereksi yang tersedia :
Pilihan I :
- Konseling
- Terapi oral
- Vacum constraction device (pompa)
Pilihan II :
- Injeksi intra kavernosum (ICI)
- Pelet intra urethra (MUSE)
Pilihan III :
- Prothesa (penile implants)
Semenjak diterima dan dipasarkan sildenafil citrate (Viagra, Emposil) penatalaksanaan disfungsi ereksi mengalami perubahan drastis. Efikasi sildenafil citrate telah merubah injeksi intra kavernosum dan prothesa menjadi pilihan terapi kedua dan ketiga.
Jangan lupa setiap pengobatan selalu ada follow-up untuk mengevaluasi hasil pengobatan, menentukan dosis yang tepat, efek samping yang mungkin timbul, dan bagaimana komunikasi anda dengan pasangan.
Injeksi Intra Kavernosum
Diposting oleh Anton Darsono Wongso di 23.16.00 Label: Erectile DysfunctionInjeksi Intra Kavernosum adalah pengobatan lini kedua, berupa injeksi obat-obatan vasoaktif secara intra kavernosum. Jenis obat yang diberikan adalah bisa tunggal maupun campuran papaverin, phentolamin maupun prostaglandin E1. Pemberian injeksi ini dapat menimbulkan penyulit berupa fibrosis pada bekas suntikan, nyeri ditempat injeksi dan ereksi berkepanjangan sampai menimbulkan priapismus.













