Fungsi Testis pada Kanak-Kanak & Mikropenis

Fungsi utama testis adalah sekresi hormon testosteron dan produksi sperma yang secara anatomis terpisah, dimana biosintesa testosteron terjadi di dalam sel Leydig yang salah satunya berpengaruh atas pertumbuhan alat genitalia laki-laki termasuk penis, dan produksi sperma terjadi di dalam tubuli seminiferi.
Salah satu kelainan kanak-kanak adalah tidak berkembang dengan sempurnanya phallus dan testis yang dikenal sebagai mikrophallus / mikropenis dan mikrotestis. Apabila kelainan ini terlambat diberikan terapi yang adekuat akan menyebabkan gangguan fungsi seksual dan fertilitas dikemudian hari.
Mikropenis adalah penis dengan bentuk normal tetapi kecil (kurang dari 2,5 SD menurut umur dan status perkembangan pubertas) dan tidak disertai dengan kelainan diferensiasi seksual lain. Insiden mikropenis diperkirakan sekitar 0,6 % dari populasi anak-anak.
Kondisi mikropenis ini sangat mungkin diatasi selama penderita belum memasuki usia pubertas (12-13 tahun).