Disfungsi Seksual

      Disfungsi seksual cukup menonjol baik pada pria dan wanita. Survei MMAS berbasis masyarakat dari pria berusia 40-70 tahun, didapatkan 52% responden melaporkan menderita gangguan ereksi dalam berbagai tingkat. Hampir semua studi menunjukkan adanya hubungan yang erat dengan usia. Prediksi jangka panjang berdasarkan populasi dengan meningkatnya usia diatas 40 tahun terjadi peningkatan faktor risiko (misalnya, hipertensi, diabetes, penyakit pembuluh darah, operasi prostat, BPH) menunjukkan peningkatan besar dalam jumlah pria dengan disfungsi ereksi (ED). Selain itu, prevalensi ED diremehkan karena dokter sering tidak mempertanyakan pasien mereka tentang gangguan ini.
      Disfungsi seksual pria lain seperti ejakulasi dini dan hipoaktif seksual disorder, juga sangat lazim. Sekitar 28,5% pria berusia 18-59 tahun melaporkan ejakulasi dini dan 15,8% tidak memiliki gairah seksual (libido) selama setahun terakhir. Sekitar 17% melaporkan kecemasan tentang kemampuan seksual, dan 8,1% memiliki kurangnya kesenangan dalam menikmati seks.
      Langkah pertama dalam mengobati pasien dengan ED adalah dengan anamnesis menyeluruh, riwayat kesehatan, dan psikososial. Kuesioner yang tersedia untuk membantu dokter dalam memperoleh data penting pasien.
      Keberhasilan pengobatan disfungsi seksual telah ditunjukkan untuk meningkatkan keintiman dan kepuasan seksual, meningkatkan aspek seksual dari kualitas hidup, meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan, dan mengurangi gejala depresi.
      Ketersediaan phosphodiesterase 5 inhibitor telah secara permanen mengubah terapi ED. Selain itu, selama 15 tahun terakhir telah meningkatkan kesadaran masyarakat umum mengenai ED sebagai kondisi medis dengan penyebab yang mendasari dan pengobatan yang efektif.
      Sayangnya, banyak pasien tidak mengharapkan atau bersedia untuk menjalani follow-up panjang untuk memperoleh pemahaman yang lebih baik dari masalah seksual mereka, dan mereka cenderung untuk tidak melibatkan pasangan mereka dalam diskusi tentang hubungan seksual mereka dengan dokter. Jika manajemen yang sukses dan efektif adalah yang akan dicapai, evaluasi dan diskusi tentang intervensi apapun harus mencakup kedua pasangan.